cooplease.blogspot.com
| 6 comment ]

Masalah computer tiba-tiba mati dan tidak mau menyala memang sangat sering dijumpai oleh para pengguna computer. Janganlah panik dunia belom kiamat!!!wkwkk….. Daripada anda langsung mencari teknisi untuk memperbaikinya, cobalah dulu tips wa ini, sapa tw manjur bro!!! Lumayan untuk menghemat uang saku, BBM karang naik lo!swt

Komputer yang mati atau hang sebelum masuk ke system operasi penyebabnya bisa bermacam-macam. Melalui tahapan-tahapan berikut mungkin dapat membantu dalam menyelesaikan masalah komputer yang anda alami.

  • First, periksa kabel, mulai dari kabel yang masuk ke UPS/Stabilizer, kabel power ke monitor, kabel monitor ke CPU dan kabel yang masuk ke computer. Pastikan pemasanganya telah sesuai dan kencang, sertaa arus listriknya ada dan cukup. Jangan2 malah listrik dirumah lo yang mati, rugi tar ngeceknya.hehe
  • After that, jika terdapat CD-ROM/DVD-ROM dan bias dibuka/ditutup, maka kemungkinan permasalahanya ada di CPU, mulai dari kabel power yang masuk ke motherboard(mobo), atau mobo itu sendiri. Cek pemasangan kabelnya.
  • Jika dua langkah tersebut telah dicek, dan masih belum menyala, matikan computer dan Reset BIOS di mobo. Caranya bisa diliat di buku panduan mobo anda,,, kan dapet tu pas beli komputernya. Dan cari menu reset BIOS. Untuk mereset BIOS dapat dilakukan pada Jumper 1 (JP1). Disana ada 3 pin, yang 2 diantaranya dihubungkan dengan sebuah konektor kecil. Untuk mereset tinggal melepas dan memasang di 2 pin yang satunya. Misalnya 3 pin tersebut 1,2,3 dan pin 1 dan 2 sudah terhubung, maka untuk mereset tinggal melepasdan memasang di pin 2 dan 3. Biarkan sekitar 30 detik atau lebih kemudian kembalikan seperti semula. Trus nyalahin dech computer lo…
  • Jika BIOS telah direset dan masih tidak menyala, coba lepas Baterai CMOS, yang ada dim obo. Diamkan sekitar 1 menit, kemudian dipasang kembalidan nyalakan computer. Jika baterai sudah cukup lama, lebih dari 3 tahun, ada baiknya diganti dengan yang baru. Apalagi jika jam di Komputer cering tidak cocok.
  • Jika fan processor dan VGA berputar, tetapi computer masih belum menyala, maka kemungkinan ada yang tidak beres dengan BIOS mobo atau mobonya emang sudah rusak. Mungkin BIOS perlu di update, kombuter harus bias menyala terlebih dahulu(bias masuk BIOS). Untuk melakukan hal itu, coba lepas kabel hardisk, CD-ROM, flopy. Kemudian lepas memori computer dang anti di slot yang lain atau gunakan memori computer lain. Hal ini mungkin harus diulangsampai beberapa kali hingga ada tanda-tanda kehidupam. kayak biologi ja….swt
  • The last one, Jika CPU sudah kelihatan bekerja, hardisk berputer dan lampu led CPU berkedip2 tetapi monitor tidak ada tampilanya, maka kemungkinan VGA card yang bermasalah. Coba ganti dengan VGA card lain atau cek VGA card tersebut di computer lain.

Kalau semua langkah-langkah diatas sudah diikuti dan komputer lo tetap belum menyala, mungkin perlu servis orang yang lebih ahli. Ato klo duit lo banyak beli baru ja dah.wkwkwkwkwk……

Read More......
| 2 comment ]

Saat melakukan browsing, bisa dipastikan komptuter anda telah memiliki IP address agar dikenali oleh server yang selanjutnya anda bisa mendownload web page dan mensuport beberapa file.

Sistem Windows menggunakan sebuah DNS (Domain Name Server) server untuk melihat beberapa informasi, Widows juga menggunakan DNS server ISP. Semua tergantung pada provider Internet yang anda gunakan. Biasanya beberapa provider besar hanya mempromosikan tentang kecepatan akses internet miliknya padahal pada kenyataannya mereka mempunyai DNS server yang tidak secepat apa yang dipromosikan. Beberapa user yang menggunakan banyak ISP DNS server bisa melihat rentang waktu yang dibutuhkan sebelum sebuah web page mulai terload.

Ada beberapa alternative untuk mempercepat browsing, yaitu dengan mengunakan openDNS yang dibangun secara gratis. Tidak seperti beberapa provider yang berbayar, OpenDNS DNS server mampu membantu menjembatani antara ISP dan alamat web page yang diakses.

Anda bisa menggunakan Open DNS ini sebagai alternative bila anda merasakan lambatnya proses loading web page saat anda melakukan browsing. Untuk menggunakan OpenDNS ini relative tidak terlalu sulit. Anda hanya butuh mengganti alamat DNS servernya saja. Ikutilah beberapa langkah berikut.

  1. Klik tombol start dan ketik ncpa.cpl lalu tekan enter. Bila anda mengunakan Widows XP, klik tombol start, klik run dan ketik ncpa.cpl
  2. Klik kanan pada koneksi yang sedang aktif saat itu dan pilih Properties.
  3. Pada Networking/General tab, pilih Internet Protocol (TCP/IP) (version 4 pada Windows Vista) dan tekan Properties.
  4. Pada properties screen, pilih Use DNS server addresses lalu ketik 208.67.222.222 pada box preferred dan 208.67.220.220 pada box alternate.
  5. Tekan OK dua kali untuk mengakhiri semuanya.

Read More......
| 0 comment ]

Maraknya peredaran virus memang menjengkelkan bagi para penguna komputer. Bagaimana tidak, kalau virus tersebut sudah merusak data-data kita. Apalagi data tersebut bersifat penting, seperti TA atau sekripsi misalnya. Dengan mengaetahui tipe-tipe file yang dapat diinfeksi visrus, maka kita sebagai pengguna bisa lebih berhati-hati. Berikut ini adalah beberapa tipe file yag dapat terinfeksi virus dan sebagian bisa menyebar kembali ketika file tersebut dijalankan.

1. Binary Executable

Binary executable (Portable Executable / PE) merupakan file yang isinya diterjemahkan sebagai program oleh komputer. File ini terdiri dari beberapa tipe dalam windows:

a. EXE (Executable / Application)

Type file ini adalah yang paling sering terinfeksi virus dan sebagian besar virus juga berupa exe. Banyak virus yang bisa menempel pada file ini dan begitu dijalankan, virus aslinya akan menyebar langsung menginfeksi system. Oleh karena itu, jika anda memiliki master program, sebaiknya di-zip atau di-rename untuk mengurangi resiko terinfeksi virus. Type file exe ini adalah yang paling sering terinfeksi virus dan sebagian besar virus juga berupa exe. Banyak virus yang bisa menempel pada file ini dan begitu dijalankan, virus aslinya akan menyebar langsung menginfeksi system. Oleh karena itu, jika anda memiliki master program, sebaiknya di-zip atau di-rename untuk mengurangi resiko terinfeksi virus. Beberapa virus yang menginfeksi exe misalnya w32/Virus, Troxa, Sality dan sebagainya.

b. DLL (Dynamic Link Library) dan OCX.

Formatnya sebenarnya sama dengan tepe exe, hanya saja tidak langsung dijalankan, melainkan digunakan oleh file lain seperti exe. Sehingga virus juga bisa menginfeksi tipe file ini.

c. SCR (Screensaver)

File ini seperti format exe, hanya saja berekstensi scr, atau file screensaver. Ketika dijalankan, screensaver akan tampil. Oleh karena itu, virussering menduplikasi dirunya dengan fipe ini dan menempatkan dirinya sebagi screensaver sehingga ketika screensaver aktif sebenarnya virus itu yang aktif.

d. COM file(Command file)

Bisa berupa text atau binary file yang dijalankan under DOS / MS-DOS. Generasi awal dari virus diperkirakan merupakan file COM.

e. SYS (device driver)

Merupakan filey Binary yang digunakan untuk driver

2. Document

File dokumen yang sering terinfeksi virus adalah file Microsoft Office terutama doc(file MS Word), xls(Excel) dan MDB (Access Database). Virus biasanya berupa virus Macro yang aktif jika dokumen tersebut dijalankan dan bisa menginfeksi template file (file DOT) sehingga semua file yang dibuka selanjutnya akan terkena virus.

File pdf juga mulai dimanfaatkan oleh pembuat virus untuk menyertakan kode-kode tertentu dlam dokumen tersebutm biasanya berupa Trojan. Kelemahan pdf dimanfaatkan untuk menyisipkan kode virus, sehingga ketika pdf dijalankan virus yang berupa Trojan bisa menginstall diri ke komputer.

3. File Script

File script merupakan file yang berisi script/kode-kode program dan bisa diterjemahkan oleh komputer secara langsung untuk mengontrol software atau aplikasi lainya. Beberapa file script diantaranya:

a. BAT (batch file

Merupakan file script di MS-DOS dan Windows

b. VBS (VBScript)

Merupakan script Windows dengan bahasa visual basic yang terbatas

c. JS (Java Script)

File ini tidak bisa langsung aktif, tetapi dijalankan oleh web browser, melalui file HTML

4. Tipe File Lain

Beberapa tipe atau file lain yang juga bisa terinfeksi, menyebarkan, menjalankan atau disusupi kode virus antara lain:

a. HTM, HTML, CHM (HTML Help)

File-file ini bisa menyertakan kode program Javascript, sehingga tidak jarang terinfeksi virus/Trojan.

b. INF

Merupakan file text (jenis lain file INI) untuk menginstal device driver. Virus sering mengubah/memodifikasi file ini (file Autorun.inf) untuk mengaktifkan virus dan dan menyebarkan lewat media seperti flash disk.

c. Folder.htt

Merupakan file konfigurasi Folder yang bisa berisi script kode. Terkadang virus memodifikasi isinya untuk menjalankan kode tertentu. Hal ini bisa juga terjadi pada file Dekstop.ini (konfigurasi Dekstop)

Read More......
| 0 comment ]

Dengan menjamurnya pengunaan removable disk (flash disk, flash memory, dsb…) sebagai media transfer data diantara komputer, ternyata merupakan penyebab terbesar pesatnya penyebaran virus, terutama virus2 lokal. Hal ini diperparah lagi dengan kurangnya kesadaran akan penggunaan software Anti-virus. Walaupun sudah mengunakan antivirus tapi gk pernah diupdate si sama ja boong coe... Antivirus harus senantiasa diupdate minimal seminggu sekali, karena setiap minggunya ada saja virus2 baru yang dapat merusak system komputer.

Sebenarnya penyebaran virus dari media seperti flash disk itu bias dicegah secara manual. Yaitu dengan mendisable fasilitas autorun ketika removable disk dicolokan ke komputer. Berikut ini langkah –langkahnya:

  1. Buka Regstry Editor, dengan cara klik Start Menu > Run dan ketik regedit lalu klick OK
  2. Cari lokasi : KEY_CURRENT_USER\Software\Microssoft\Windows\CurentVersion\Policies\Explorer
  3. Buat key baru! Caranya, klik kanan > New > DWORD Value. Beri nama : NoDriveAutoRun
  4. Double klik untuk mengisi nilai (data). Pilih Base : Decimal dan isikan Value data dengan nilai 67108863
  5. Jika diperlukan, dapat juga menambah nilai di HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Volicies\Exploler
  6. Restart Komputer

Dengan penambahan setting ini, maka ketika kita memasang flashdisk, windows tidak akan otomatis menjalankan program outorun yang ada di falsh disk. Sehingga dapat mengurangi resiko komputer komputer lo terkena virus….peace!!!

Read More......