cooplease.blogspot.com
| 4 comment ]

Dalam postingan kali ini saya akan memaparkan apa itu JSP (Java Server Page). Atikel ini merupakan salah satu tugas mata kuliah saya mengenai JSP, yang mana disuruh posting di blog kita. Sedangkan saya baru pertama kali ini mendengar istilah JSP. Tanpa pikir panjang langsung saja tak tanya-tanya paman google. Eh,, ternyata ada banyak tuh artikel mengenai JSP. Tapi tak ringkas donk, sambil baca-baca, siapa tau ada yang nyangkut di otak. Eh tau-tau malah ruet neh otak.hehe Daripada ngoceh panjang lebar kita langsung saja ya ke topik permasalahan, tar dosen saya bosen bacanya neh.hihi

JSP merupakan perluasan dari spesifikasi Java Servlet, yang dalam web programming yang bersifat server side seperti halnya PHP dan ASP. JSP dapat berupa gabungan antara baris HTML dan fungsi-fungsi dari JSP itu sendiri. Berbeda dengan Servlet yang harus dikompilasi oleh USER menjadi class sebelum dijalankan, JSP tidak perlu dikompilasi oleh USER tapi SERVER yang akan melakukan tugas tersebut. Makanya pada saat user membuat pertama kali atau melakukan modifikasi halaman dan mengeksekusinya pada web browser akan memakan sedikit waktu sebelum ditampilkan.

JSP memiliki 3 fase alur : isialisasi, servis dan dekstruksi. Fafe-fase ini sama dengan method servlet yang diambil dari container yang berbeda : jspInit() untuk inisialisasi fase, _jspService() untuk servis fase, dan jspDestroy() untuk mendestruksi fase.

Meskipun JSP berbasis Java, dan dikendalikan sebagai kode Java oleh servlet, memperbolehkan pengembang untuk menggunakan syntax yang berbeda pada spesifikasi Java 2.0 dan sebagai gantinya menggunakan aturan spesifikasi JSP. Bagian berikut ini menggambarkan syntax JSP dengan lebih detail.

Semua komponen Java Server Pages dapat dibagi menjadi dua kategori umum: elements dan templates data. Element merupakan dynamically yang menghasilkan informasi. Data template merupakan informasi static yang memperhatikan presentasi. Pada hii.jsp, ekspresi JSP, <%= new java.util.Date()%> adalah satu-satunya element data yang memanggil data template. contoh:

hii.jsp

<html>
<head>
<title>Hii!</title>
</head>
<body>
<center>
<h1>Hii Man!!! It's <%= new java.util.Date()%></center>
</body>
</html>

JSP memiliki dua tipe sintak, dua tipe dari authoring JSP ini didukung oleh Container JSP : JSP Style dan XML Style. Memilih salah satu format syntax hanya bergantung dari preference dan standarisasi. Normal syntax didesain lebih mudah untuk pada pembuat(author). XML-compatible yntax telah disediakan ketika menggunakan JSP authoring tools. Bagaimanapun juga, yang lebih sering disediakan adalah normal syntax karena dia lebih mudah untuk dibaca dan dimengerti.

Seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, JSPs memungkinkan untuk dilihat sebagai HTML atau XML dokumen dengan berdasar pada Script JSP. Scripting JSP element memperbolehkan anda memasukkan kode Java kedalam Servlet yang akan di-generate dari halaman JSP. Cara termudah untuk membuat dynamic JSP adalah dengan menaruh scripting element kedalam data template. Sricpt element terdiri dari:

Scriplet, berisi statement-statement yang merupakan logika dari suatuproses. Pembatas yang digunakan pada scriplet adalah :
<% // statement %>

Deklarasi, gunanya untuk mendeklarasikan variabel atau method. Untuk deklarasi digunakan pembatas sebagai berikut
<%! // variabel // method %>
Pada JSP, seperti juga Java variabel bersifat strong type, artinya apabila ingin menggunakan suatu variabel maka harus melalui proses mendeklarasian tipe dari variabel tersebut.

Ekspresi, berguna untuk menampilkan nilai dari suatu variabel atau method. Pembatas yang digunakan pada suatu ekspresi adalah: <%=%>

Sekian penjelasan dari saya mengenai JSP ini, dsni saya tidak menulisnya secara mendetail.(males ngetik panjang2)wehehe Apabila ada pembaca yang ingin tau lebih lengkap silahkan download e-book dalam bentuk pdf di link ini..DOWNLOAD

Read More......
| 1 comment ]

Tau kan??
Blajar tu pake buku dan buku pake kertas, sedangkan kertas itu dari kayu. Nah kayu tu sendiri dari pohon. Berarti banyak membaca buku sama dengan banyak menebang pohon. Kalo banyak pohon yang ditebang akan mengakibatkan global warming...Jadi...

”STOP belajar untuk membantu dunia mencegah Global Warming”

Mau lo bodoh gara2 mau mencegah global warming???

Tentunya ada solusi yang lebih baik dari masalah ini. Ya kn???

Buku sebagai media informasi nondigital yang tidak kolaboratif, tidak interaktif, tidak up-to-date tidaklah cocok di era informasi seperti ini. Dibanding medium lain di era digital, buku adalah salah satu yang paling kolot, paling mahal, paling memiliki berbagai kekurangan. Bukanya mustahil kalo lama-lama buku akan punah dan masyarakat memilih media yang lebih praktis dan ramah lingkungan. Berikut penafsiran saya akan masa depan buku.

Menurut saya lambat laun buku-buka akan berubah jadi e-book. Mengubah distribusi buku fisik menjadi elektronik akan menghilangkan sebagian besar kekurangan buku. Pertama, tidak ada lagi biaya dan efek samping dari kertas. Harga buku seharusnya langsung turun 20-25% saat menjadi e-book karena sebanyak itulah kira-kira biaya cetak. Para pencinta lingkungan pun bisa lega karena untuk AS saja 20 juta pohon akan dapat diselamatkan atau dipakai untuk kebutuhan yang lebih penting seandainya 3 miliaran buku tidak lagi perlu dicetak setiap tahunnya.

Kita pun terbebas dari keharusan membawa dan menyimpan buku. Beberapa tahun lalu saat masih SD sampai menginjak SMA sebelum punya laptop biasanya tas saya selalu full dengan buku. Setelah tidak digunakan lagi buku itu begitu saja menumpuk digudang sampai-sampai dimakan rayap. Ujung – ujungnya jg jadi sampah, paling untung jadi bungkus kacang. Sejak mengenal komputer saya mulai beralih ke e-book, sehingga lebih praktis dan yang bisa disimpan dalam format pdf. Dan akhirnya saya mulai beralih dan meninggalkan buku yang sudah mulai ketinggalan atau keliatan jadul.

Meskipun e-book memberi kelebihan seperti dapat di-search, disalin gratis (bisa dicopy paste dengan mudah) dan disimpan tanpa makan tempat, namun format dasarnya saat ini masih begitu-begitu saja(statik). Mengikuti transisi web yang juga dari statik ke dinamik, ebook di masa depan seharusnya menjadi interaktif. Misalnya, orang dapat langsung mengirim komentar atau pertanyaan ke penulis dengan mengklik tombol di e-book. Ada tes/kuis interaktif untuk menguji pemahaman pembaca. Grafik dan tabel yang ada bisa disortir, difilter, bolak-balik.

Media pembelajran yang lebih interaktif dan menarik tentu akan lebih diminati pembaca dan dapat lebih gampang dimengerti. Seperti dengan menggunakan flash yang ada animasi dan berbasi audio visual tentu akan menjadi lebih menarik dibanding kita membaca buku yang monoton begito saja. Tentunya dengan berkembangnya teknologi akan lebih banyak lagi media pembelajaran yang lebih menarik yang dapat dibuat, digital tentunya dan tidak menggunakan kertas sehingga mengurangi ditebangnya pohon – pohon yang sepatutnya kita lestarikan agar kelak anak cucu kita bisa menikmati pemandangan yang asri dan udara yang segar.

Tentunya perubahan ke arah ini tidak akan selesai dalam semalam, dan saat saya mengatakan ”semua”, akan selalu ada perkecualian. Industri besar buku. Percetakan, penerbitan tradisional butuh waktu lama untuk berubah. Akses ke laptop terutama bagi anak-anak dan kalangan bawah masih belum merata. Tapi ini semua hanyalah masalah waktu. Seleksi alam pada akhirnya akan mengeleminasi medium yang sudah tidak kompetitif.

Nah,, akankah anda mulai beralih dari buku???

Saya tunggu komentar anda!!!!

Read More......
| 0 comment ]

Salah satu keunggulan para hacker adalah mereka dapat mendeteksi celah pada suatu aplikasi lebih awal. Termasuk tujuh celah berbahaya pada Flash Player yang ditemukan pada ajang hacking. Jika anda pecandu berat internet dan menggunakan operating system Windows, kemungkinan computer anda terdapat celah berbahaya akibat aplikasi Adobe Flash Player yang tidak di-update.

Aplikasi Adobe Flas terbaru telah dirilis memperbaiki tujuh celah yang dapt menjalankan kode .exe yang berbahaya di system windows. Kode .exe berbahaya dapat dengan mudah dibuat oleh para hacker, kemudian menyebarnya melalui internet. Adobe telah memperbaiki aplikasi Flash Player dan menambal tujuh celah berbahaya yang biasanya digunakan untuk halaman web intraktif dan iklan online. Adobe mengklasifikasi tambahan Flash Player sebagai “kritis” alias wajib diupgrade dan menyarankan penggunanya untuk segera mengupdate ke versi terbarunya.

Salah satu celah pada Flash Player adalah yang dimanfaatkan oleh Shane Macaulay pada ajang PWN 2 OWN atau kontes hacking, dan membuat Shane berhasil memenangkan sebuah laptop. Shane memanfaatkan salah satu dari tujuh celah pada Flash untuk menjebol sistem keamanan pada operating system Windows Vista.

Memanfaatkan celah pada sorftware Flash menjadi sangat popular akhir-akhir ini. Dan biasanya para hackermemanfaatkan Flash karena dua alasan, yakni kebanyakan browser internet, termasuk Opera. Firefox, Safari dan IE telam menggunakan aplikasi Flash Player dan iklan online yang berisi kode berbahaya dapat mengambil keutungan dari celah yang terdapat dari Flash Player.

Read More......
| 1 comment ]

Jika anda tidak bisa mengakses suatu situs karena dibatasi/diblokir oleh administrator jaringan atau ISP, maka pengguna akan mengalami kesulitan didalam mengakses situs yang di blokir tersebut. Di bawah ini ada beberapa cara yang dapat Anda coba untuk mengakses situs-situs yang diblokir.

1. Menggunakan alamat IP
Apabila aplikasi yang digunakan hanya memblokir nama domain saja (misal: www.google.com), ini dapat disiasati dengan menggunakan alamat IP situs tersebut misalnya untuk google : http://209.85.171.99/).
Untuk mengetahui alamat IP sebuah situs, kita dapat mencoba melakukan ping terhadap situs tersebut. Caranya masuk ke command prompt (Start > Run > ketik: cmd > Enter) dan ketik ping nama_situs.com lalu tekan enter. Maka akan muncul alamat IP situs tersebut.

2. Menggunakan Proxy di Browser
Ada banyak sekali proxy gratis yang dapat Anda temukan di internet, beberapa situs yang bisa Anda pakai secara gratis:


Setelah Anda memilih salah satu proxy dari situs-situs di atas, konfigurasi browser Anda untuk menggunakan proxy tersebut.

3. Menggunakan Layanan Short URL
Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan layanan url shortening seperti :


4. Menggunakan Arsip Online dan Cache
Beberapa mesin pencari seperti Google dan Yahoo menyimpan tembolok berbagai situs populer yang tetap bisa melihat isi dari situs walaupun yang aslinya telah diblok atau dihapus sekalipun.
Klik link bertuliskan ‘cached’ maka kita akan dibawa ke halaman tembolok dari mesin pencari (apabila disimpan).

5. Menggunakan Layanan Anonymizer
Menggunakan layanan anonymizer, alamat IP dan informasi Anda yang lain tidak akan diketahui oleh situs yang Anda kunjungi.
Kebanyakan layanan seperti ini adalah berbayar, namun ada beberapa yang masih tersedia gratis seperti :



6. Menggunakan Penerjemah Online / Translator Online
Layanan penerjemah online yang terkenal seperti



Cukup masukkan URL situs yang diblok dan pilih opsi terjemahan ke dalam bahasa yang Anda inginkan (atau bahasa yang sama).

7. Berlangganan RSS Feed
Trik yang ini mungkin tidak berlaku untuk berbagai situs, tetapi jika situs yang ingin Anda kunjungi menyediakan fitur sindikasi RSS, (biasanya situs berita dan blog), Anda dapat mencoba untuk berlangganan dan membacanya dengan sebuah RSS/Feed Reader.
Layanan RSS/ Feed Reader yang dapat Anda gunakan bisa berupa aplikasi desktop (Feed Demon, Feed Reader dan Sharp Reader), web browser Firefox, Opera, IE dan lain-lain, atau dengan tambahan ekstensi (InfoRSS, Sage, dan NewsFox), dan yang terakhir menggunakan aplikasi online (Google Reader dan Feed Show).

8. Berlangganan Melalui Email
Layanan terbaik untuk cara yang ini adalah http://www.mail2web.com/.
Kita dapat berlangganan situs-situs favorit kita melalui email. Anda juga dapat berlangganan banyak situs sekaligus yang diatur dalam folder-folder sehingga tertata rapi. Setiap kali halaman situs berubah, Web2Mail akan secara otomatis mengirimkan halaman baru ke alamat email Anda. Anda juga dapat mengatur apa saja dan kapan dikirimkan.
Ada juga layanan RSSFWD yang akan secara otomatis mengubah RSS menjadi email yang dikirimkan ke akun email Anda.

9. Menggunakan Google Mobile Search
Anda juga dapat mencoba menggunakan Google mobile search, tetapi biasanya hasil yang didapat tidak maksimal.

Slamat mencoba!!!

Read More......